7.29.2010

MODE: MUHASABAH DIRI

Injak menginjak~...nisfu syaban sudh lepas...Skrg, buku lma sudah d tutup...lembaran bgi buku bru d buka pula...diri ni masih sprti dhulu...d takuk dahulu...hmmm...buln Ramadhan pula smkin menghampiri~...diri ini, msih d takuk lama!...hmmm...Ya Allah, sampaikan hayat kmi kpd buln Ramadhan...~ballighna Ramadhan.....mOga Ramadhan ni lbih baik dr thun2 lepas~...sedar xsedar...thun lepas, menyambut Ramdhan dlm keadaan sedar antara tidak..mOga thun ni, dri ni lbih istiQamah n pndg ke depan...mOga terdapat sinarNya...mOga sntiasa d bwh naungannya...



Hari-hariku berlalu tanpa Penyesalan

Tanpa tangisan, Rasa Takut, Ataupun rasa sedih

Betapa Mahabijaksana Allah, telah memberiku kesempatan

Padahal aku terus menerus bergelimang dosa

Akulah yang telah menutup pintu-pintu itu

karena kemaksiatan

Sedangkan mata Allah selalu melihatku

Biarkan aku meratapi dan menangisi diriku

Dan menempuh waktu dengan kesedihan

Biarkan aku terus mengucurkan air mata

Barangkali rasa sedih ini dapat melepaskan aku darinya.


Wahai Tuhanku,

aku hadapkan hatiku kepada-Mu sebelum kedua tanganku,

Aku memohon kepada-Mu dengan jiwaku sebelum terucap oleh lisanku

Hanya kepada-Mu aku meminta, mengadu, dan memohon

Aku memohon kepada-Mu, seperti permohonan orang yang berdosa

Permohonan anak yatim dan permohonan di waktu malam tiada bintang

Aku hadapkan hatiku kepada-Mu


Aku hamparkan kedua tanganku kepada-Mu,

Aku percaya mustajabnya doa dan tidak ada sesuatu pun

antara doaku dan Arsy-Mu, kecuali doa yang mustajab.

Aku berkata,"firman-Mu benar,berdoalah kepadaKu, nescaya

Aku ijabahi untuk kalian."


Aku memohon kepada-Mu, wahai Tuhanku dengan berkata,

Aku telah mencela dan memandang hina keluargaku

Aku singkiri orang-orang yang kucintai

Dalam kesendirianku, aku curahkan segala kesedihan dengan

darah

Aku terlantar dalam kesedihan yang berpanjangan

Aku tatap arah langit dengan penuh penderitaan

Dari resah dan gundah

Rabbi, betapa aku penuh kesalahan

Adakah waktu menghadap-Mu untuk bertaubat

Telah hilang kesempatan dari kehidupanku yang pertama

Sementara akan datang kehidupan kedua setelah kematian


Rabbi,

Aku telah mengakui dosaku

Di lubuk hatiku aku tangisi semua perbuatan dosaku

Aku terhina kerana dosaku,

Adakah setitis

Curahan rahmat-Mu yang mendekat padaku

Rabbi, aku telah datang kepada-Mu dengan bertaubat

Maka terimalah hamba-Mu yang mengharapkan belas kasih

Dalam kebingungan

Hanya air mata ini yang aku miliki

Sebagai tanda penyesalanku pada rendahnya diriku


Rabbi,

jika engkau menghukukmku kerana dosa-dosaku

Itulah balasan yang tepat bagi pendurhaka

Jika Engkau memberi ampun...Engkau telah memberi ampun

kepada seorang hamba yang penuh dosa

Dan Engkau memberi rahmat pada seorang insan yang berada

dalam ketidaktahuan




1 comment:

Along Tapa said...

amin...nak sambung doa tu..tapi malas lak..nanti lambat lak start makan knedurinya~~hehe~~

Blog nostalgia budak Muor - Fungsi jari tengah